PustakaCCita

Selamat datang di PustakaCCita. Tempat ini adalah perpustakaan, toko buku, sekaligus Co-Working Space yang dirancang untuk produktivitas dan asupan literasi kamu. PustakaCCita menjadi rumah bagi kumpulan buku yang dikurasi secara khusus, berbagai boardgame untuk berinteraksi, zine dari kota yang disebut sebagai Bandung dan ruang nyaman untuk bersinggah.

Setiap waktu, PustakaCCita akan diisi berbagai kegiatan workshop Menulis, Kreatif yang tidak akan pernah kamu duga sebelumnya. Informasinya silakan cek panel jadwal kami.

BACA | CO-WORKING | BELI BUKU | SEWA RUANGAN | WORKSHOP

DESKRPSI PERSONALITY DAN SHADOW

Rebel

Personality: Ia senang melakukan hal yang berbeda. Ketika melihat sesuatu yang tidak berjalan dengan baik, ia akan berusaha mengubahnya. Ia adalah jiwa yang bebas. Tidak ada yang dapat menghalangi atau mengaturnya. Berani mengatakan tidak pada status quo. Ketika melihat sistem yang tidak berjalan baik, ia adalah jiwa bebas yang tak ragu untuk mendobraknya.

Shadow (Tameng Berduri): Yang deket dikira musuh, yang peduli dianggap rusuh. Santai dikit bisa kali ya? Karena selalu pasang mode tempur melawan aturan, ia jadi sosok yang defiant (membangkang secara buta). Ia menuntut kebebasan sebebas-bebasnya, sampai akhirnya ia menyerang semua hal—bahkan niat baik dari orang-orang yang peduli padanya.

Magician

Personality: Ia mampu melihat sesuatu dari sudut pandang yang tidak dilihat orang lain. Ia sangat percaya pada mimpi, kemampuan, dan dirinya seutuhnya. Dengan itu, ia dapat menyumbangkan ide-ide transformatif serta berbagai filosofi bagi dunia. Punya intuisi dan kemampuan interpersonal yang sangat tinggi. Ia mengerti banyak hal dan percaya pada ide-ide transformatifnya bagi dunia.

Shadow (Kotak Pandora): Kebanyakan ngakalin, tau-tau malah masalah yang dateng gak berhenti. Kebiasaannya bermain di balik layar membuatnya rentan jadi manipulative. Ia tahu kelemahan sistem atau orang lain dan sering "mengakalinya". Bukannya membawa keajaiban, triknya malah memicu rentetan masalah baru yang meledak di luar kendali.

Creator

Personality: Ia menempatkan dirinya untuk menjadi sepenuhnya dan seutuhnya original. Ia sering kali tidak suka menjalani pola yang sama secara berulang. Karena itu, ia mampu menciptakan hal-hal baru. Visioner sejati yang ingin seutuhnya original. Ia paham letak masalah secara detail dan selalu mampu menciptakan hal-hal baru.

Shadow (Jaring Menjaring): Ide epiknya segudang. Giliran eksekusi, eh malah sepik doang. Masih gak puas juga? Penolakannya terhadap hal-hal repetitif membuatnya jadi sosok yang unsatisfiable (ekspektasi terlalu tinggi/sulit puas). Ia terus merevisi dan memikirkan ide sempurna, sampai akhirnya rencana itu hanya menumpuk tanpa pernah dieksekusi.

Ruler

Personality: Ia menyukai keteraturan. Ia menyenangi prosedur yang rigid dan jelas. Baginya, dengan keteraturan semua hal dapat terkendali; tidak akan ada kekacauan, dan dunia akan selalu aman. Punya kontrol diri tingkat dewa. Dalam kondisi sekacau apa pun, ia tetap bisa tenang, taktis, dan menyenangi prosedur yang jelas agar dunia selalu aman.

Shadow (Gedung Pencakar): Kebiasaan fokus sama puncak. Eh gak sadar aja, makin tinggi, makin jauh sama sekitar. Keinginan kerasnya untuk mencegah kekacauan membuatnya jadi authoritarian (terlalu banyak mengatur). Ia menuntut semua hal harus sesuai standarnya. Ia sukses memegang kendali di atas, tapi di saat yang sama, ia jadi kaku, terisolasi, dan tidak tersentuh oleh orang di sekelilingnya.

Hero

Personality: Ia memiliki jiwa yang sangat pemberani. Atas keberaniannya, ia tidak pernah ragu dalam bertindak dan mengerahkan segenap kekuatannya untuk menyelesaikan masalah. Punya semangat juang yang nggak pernah habis. Atas keberaniannya, ia tak pernah ragu bertindak untuk menyelesaikan masalah.

Shadow (Benteng Batu): Keras kepalamu itu sampe bikin batu aja minder. Susah digeser! Instingnya untuk selalu menantang masalah membuatnya berubah jadi arrogant. Ia suka unjuk diri (terlalu percaya diri), haus panggung pembuktian, dan membangun tembok ego yang super tebal sampai tidak mau dengar saran dari siapa pun.

Sage

Personality: Ia adalah seorang pemikir. Ia selalu mempertanyakan dunia ini dan haus akan ilmu pengetahuan. Pikirannya yang dalam dan luas membuatnya belajar dari segala hal, termasuk dari pengalaman hidupnya. Pemikir yang bisa menilai segala sesuatu dengan objektif dan logis. Pemikirannya dalam dan luas, bahkan di situasi yang paling terdesak sekalipun.

Shadow (Labirin Sasar): Katanya bijak, tapi malah banyak nge-judge. Gak sadar kan, jadinya nyasar di pikiran sendiri. Karena selalu berlindung di balik tembok logika, ia jadi sangat judgemental, terlalu kritis, dan sinis. Kepintarannya jadi senjata makan tuan; ia terlalu asyik membedah kelemahan situasi sampai bingung dan terjebak di dalam kerumitan pikirannya sendiri.

Entertainer

Personality: Ia berjiwa menyenangkan dan keberadaannya selalu berhasil menghidupkan suasana. Ia memiliki segudang candaan untuk menghibur orang-orang di sekitarnya. Si mood-booster abadi yang keberadaannya selalu sukses menghidupkan suasana. Ia pandai menjaga kebahagiaan di kondisi semuram apa pun.

Shadow (Topeng Sunyi): Kenceng abis kalo ketawa. Biar ga keliatan sengsara nya ya? Tuntutan untuk selalu tampil "asyik" membuatnya jadi inattentive (mengabaikan hal-hal yang butuh diseriusin). Ia berlindung di balik candaan untuk lari dari tanggung jawab emosional; menghibur satu ruangan, padahal diam-diam menutupi rasa sakitnya sendiri.

Explorer

Personality: Ia memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap setiap hal di hadapannya. Ia selalu haus akan petualangan dan pengalaman baru. Baginya, tiada hari tanpa eksplorasi. Punya rasa keingintahuan tinggi dan insight luas yang siap dibagikan. Baginya, tiada hari tanpa petualangan dan eksplorasi baru.

Shadow (Tumpang Rambat): Penasarannya gak pake nanggung, kesana kemari. Dari mana mau kemana sih? Dorongannya buat selalu lari dari rutinitas bikin hidupnya jadi aimless (tanpa tujuan pasti). Ia terlalu banyak mengeksplorasi pilihan sampai lupa membangun fondasi. Akhirnya ia tahu banyak hal, tapi tidak pernah benar-benar tuntas dan mengakar di satu tempat.

Innocent

Personality: Ia memiliki jiwa yang polos dan tidak menyukai konflik maupun pertengkaran. Baginya, setiap orang benar dengan caranya masing-masing. Oleh karena itu, ia sangat positif dan optimis. Memiliki jiwa yang polos dan sangat optimis. Ia selalu bisa melihat sisi baik dari segala hal dan sangat menghindari pertengkaran.

Shadow (Pinokio): Baiknya? berkali-kali. Bonusnya? diakalin gak berhenti-berhenti. Keinginannya agar dunia selalu damai membuatnya jadi ignorant (naif dan menutup mata dari kenyataan pahit). Ia memahami dunia dengan terlalu sederhana, sehingga ia terus-terusan memaafkan dan berujung dimanfaatkan orang lain tiada henti.

Everyman

Personality: Ia paling mudah berbaur dengan lingkungannya. Baginya, semua orang memiliki kedudukan yang sama. Ia sangat mudah diterima karena sifatnya yang ramah dan terbuka.

Shadow (Bayang Bunglon): Bisa banget jadi siapa aja. Yaaa, kecuali diri sendiri pastinya. Saking takutnya tertolak oleh pergaulan, ia berusaha keras fit in ke mana-mana sampai berubah jadi inauthentic (palsu). Ia punya banyak sekali circle pergaulan, tapi jauh di lubuk hati, ia kehilangan jati dirinya yang asli.

Lover

Personality: Ia adalah karakter yang sangat passionate dan memiliki perhatian besar terhadap sebuah koneksi. Karena itu, ia selalu mengembangkan kedekatan dengan segala hal yang dihadapinya.

Shadow (Jerat Mawar): Bilangnya sih anti drama... tapinya kok jadi pemeran utama terus. Ups! Rasa hausnya akan kedekatan membuatnya jadi possessive. Ia terlalu mencintai dan takut kehilangan pengagum. Demi menjaga citra dan terus mendapatkan validasi, ia tanpa sadar menciptakan drama yang malah mengikat dirinya dan orang lain.

Caregiver

Personality: Ia memiliki empati dan simpati yang sangat tinggi, sehingga sangat peduli dan senang menolong siapa pun yang ada di hadapannya.

Shadow (Peri Kurcaci): Kamu tuh kayak peri, baiknya sampe bikin orang gak enak hati. Saking butuhnya ia untuk merasa "dibutuhkan" (codependent), ia merasa wajib memikul beban semua orang. Akibatnya, ia sering memaksakan diri mengurus orang lain sampai lupa mengurus dirinya sendiri. Kebaikannya pelan-pelan berubah jadi omelan, rasa lelah batin, dan ia diam-diam merasa jadi martir.