Kambing Hitam Ucapan Bakom: Remote Control Istana?
Pencatutan nama media-media besar oleh Badan Komunikasi pemerintah bukan sekadar insiden administratif. Di balik kegaduhan itu, ada pola yang lebih…
Pencatutan nama media-media besar oleh Badan Komunikasi pemerintah bukan sekadar insiden administratif. Di balik kegaduhan itu, ada pola yang lebih besar dan lebih senyap: bagaimana negara modern mengelola apa yang kita percaya, apa yang kita bicarakan, dan pada akhirnya apa yang kita anggap benar. Dari kelahiran Committee on Public Information di Amerika era Wilson, hingga kemunculan Bakom di era Prabowo, benang merahnya sama: negara yang merasa berhak menerjemahkan realitas untuk rakyatnya. Yang berubah hanya mediumnya — dari pamflet menjadi buzzer, dari radio menjadi linimasa. Tulisan ini bukan tentang siapa yang bersalah dalam insiden INMF. Ini tentang bagaimana kita, sebagai publik, perlu lebih awas membaca gelagat sebelum pikiran kita selesai diatur tanpa kita sadari.
Sebesar 59,4% angkatan kerja Indonesia adalah pekerja informal — mereka yang bekerja tanpa kontrak jelas, tanpa jaminan kesehatan, dan tanpa kepastian hukum dari negara. Bukan segelintir, melainkan mayoritas. Di Hari Buruh ini, sudut pandang kita perlu bergeser: bukan hanya soal upah minimum atau demonstrasi di jalanan, tetapi soal jutaan pekerja yang bahkan tidak terjangkau oleh sistem perlindungan kerja manapun. Tulisan ini menelusuri akar masalahnya — dari lemahnya tata kelola bisnis hingga absennya regulasi yang mengikat — sekaligus menawarkan pelajaran dari Malaysia yang telah lebih dulu membangun sistem perlindungan pekerja informal melalui lembaga seperti SSM dan PERKESO. Sebuah cermin yang, barangkali, sudah lama perlu kita tatap.
Diskusi buku Laboratorium Palestina di The Hallway Space Bandung menghadirkan Anthony Loewenstein dan Zen RS untuk membahas Palestina sebagai “laboratorium” teknologi keamanan Israel serta relevansinya terhadap pola kekuasaan di berbagai negara.
Widi Maliq D’Essentials membahas paradigma baru dalam industri musik di Sinergi Suara Bandung. Bukan sekadar mencipta lagu, tetapi membangun bisnis kreatif yang berkelanjutan melalui IP dan strategi brandband.
Bagaimana membuat orang yang enggan membaca zine justru tertarik mendekat? Instalasi Unravel Palestine menjawabnya dengan memindahkan zine ke tembok ruang publik. Bentuknya gigantik, interaktif, dan mengundang partisipasi: dari melihat arsip, memindai poster, sampai foto bersama. Alih-alih format zine tradisional yang sering terbatas, instalasi ini menawarkan cara baru agar publik merasa dekat dan akhirnya terlibat dengan narasi Palestina.
Pencatutan nama media-media besar oleh Badan Komunikasi pemerintah bukan sekadar insiden administratif. Di balik kegaduhan itu, ada pola yang lebih…
Sebesar 59,4% angkatan kerja Indonesia adalah pekerja informal — mereka yang bekerja tanpa kontrak jelas, tanpa jaminan kesehatan, dan tanpa…
Diskusi buku Laboratorium Palestina di The Hallway Space Bandung menghadirkan Anthony Loewenstein dan Zen RS untuk membahas Palestina sebagai “laboratorium”…
Widi Maliq D’Essentials membahas paradigma baru dalam industri musik di Sinergi Suara Bandung. Bukan sekadar mencipta lagu, tetapi membangun bisnis…
Bagaimana membuat orang yang enggan membaca zine justru tertarik mendekat? Instalasi Unravel Palestine menjawabnya dengan memindahkan zine ke tembok ruang…
Empat jurnalis lintas generasi menempuh ekspedisi 11.000 km melintasi 27 provinsi untuk menulis Buku Reset Indonesia. Dari catatan perjalanan, kritik…
Pelaku UMKM di Indonesia merasakan dampak besar akibat pembatasan fitur live di Tiktok, yang berpotensi menurunkan omset mereka. Pembatasan ini…
Aksi demonstrasi 29 Agustus 2025 di depan DPR bukan hanya soal bentrokan. Publik kesulitan mendapat informasi karena media mainstream dibatasi.
Aksi massa di Bandung memanas. Polisi menembakkan gas air mata saat demonstran mencoba naik pagar DPRD Jawa Barat, sementara tuntutan…
Aksi di depan DPR 28 Agustus menghadirkan momen tak terlupakan. Seorang ibu dengan kerudung pink berdiri di garis depan bersama…
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, meminta maaf atas tewasnya Affan Kurniawan dalam tragedi demonstrasi. Ia berjanji penyelidikan dilakukan…
Tragedi demo 28 Agustus menelan korban jiwa, Affan Kurniawan. Presiden Prabowo menyatakan belasungkawa, menjanjikan jaminan keluarga korban, dan menegaskan investigasi…
Ican Pane, otak di balik proyek ini, membawa energi yang kontras namun saling melengkapi dengan Wolfza. Jika Wolfza menyajikan city…
Rafi Sudirman pertama kali tampil full band di Bandung. Sound of Spotted: Senyam-Senyum Mini Tour (Episode 11) mengubah lantai Sloow…
Waktu itu 31 Agustus 2024, White Chorus, Couch Club, Bleach dan Heals (DJ Set) main ke Sloow Gudang Utara. Satu…
Alih-alih touchdown di Jakarta, DYGL ‘diculik’ dulu ke Bandung, mereka akan menggelar konser intimate dan eksklusif di di Sloow Otten,…
Malam itu Sloow baik-baik saja, hangat & ramah. Track EP Pudar ada di benak saya, sebelum dan sesudah pertunjukan.
Kalé terbentuk 2015, sekelompok mahasiswa UNIKOM yang menjadikan DIIV, Real Estate, Yellow Fang dan rilisan label Captured Tracks menjadi blueprint.…
Bandung masih jadi rumah bagi eksperimen dan energi baru di dunia musik, dan Ample adalah bagian dari itu masih meraba,…
Waktu itu, panggung SOS di Sloow Gudang Utara berjejer wajah yang tidak asing di ranah skateboard. Mulai dari talkshow sampai…
Konsep Sound of Spotted yang “memberi lampu sorot” kepada mereka yang berkarya dan mau let’s go, sudah mulai tumbuh tunasnya…
Alih-alih berbunga-bunga ketika bicara soal romansa, Slumbers memilih pesimis, eh maksudnya, melankoli. Debut EP mereka yang berjudul Everything Seems Upside…
Album ini dibawakan apik oleh formasi Tanti Sopia, Rifky Aldiansyah, Andri Arecun, Ahmad Rifqi, dan Hedi Heriawan. Singkatnya, Pastel Badge…
Puremoon yang digawangi oleh Naufal Ikhsan, Bryan Arkan, Irfan Alhafizh, dan Rafi Azani memperdengarkan "Fade" di Sound of Spotted (SOS)…
Di antara enam band yang tampil di Sound of Spotted, Dongker adalah salah satu yang paling ngena dan berkesan. Ini…
Baséput, yang sempat menyelesaikan studi etnomusikologi di Monash University, telah tampil dan bekerja lintas benua—dari Afrika sampai Eropa—membawa misi kecil:…
Nama Sheeka sendiri diambil dari bahasa Sanskerta, artinya pengingat. Dan mungkin memang itu tujuannya: jadi pengingat bahwa musik bisa membuat…
Balaruna bukan hanya grup musik handpan pertama di Indonesia tetapi juga menghidupkan kembali keajaiban alat musik ini di Indonesia.