Kambing Hitam Ucapan Bakom: Remote Control Istana?

Pencatutan nama media-media besar oleh Badan Komunikasi pemerintah bukan sekadar insiden administratif. Di balik kegaduhan itu, ada pola yang lebih besar dan lebih senyap: bagaimana negara modern mengelola apa yang kita percaya, apa yang kita bicarakan, dan pada akhirnya apa yang kita anggap benar. Dari kelahiran Committee on Public Information di Amerika era Wilson, hingga kemunculan Bakom di era Prabowo, benang merahnya sama: negara yang merasa berhak menerjemahkan realitas untuk rakyatnya. Yang berubah hanya mediumnya — dari pamflet menjadi buzzer, dari radio menjadi linimasa. Tulisan ini bukan tentang siapa yang bersalah dalam insiden INMF. Ini tentang bagaimana kita, sebagai publik, perlu lebih awas membaca gelagat sebelum pikiran kita selesai diatur tanpa kita sadari.