Manic Street Preachers Cabang Bubat alias Pudar adalah paduan lokal antara punk rock dan pop, dengan pengaruh besar dari band-band British. Yang bilang ini adalah Ihsan Minggu Libur, bukan saya. Saya bisa setuju atas penamaan ini, karena spiritnya mirip, dan tentunya mereka punya sesuatu untuk disampaikan.
Masing-masing personilnya bukan pemain baru di masyarakat indie Bandung, jadi tidak aneh kalau Ongki, Komeng cs. punya lirik yang oke banget. Mudah diingat, bisa sing-along di stadion, di jalan. Resonansinya enak jika dinyanyikan kira-kira lebih dari 10 orang.
EP Pudar ini dibersamai oleh Hammerstout yang sekaligus menggawangi Sound of Spotted jilid 10 2024 lalu. Brand ini tergolong konsisten dalam support band baru, ekosistem yang mantap dari apa yang kita sebut Bandung.
Secara sound, EP ini seperti Agterplass-nya The Adams diberi kompresi ala Manic Street Preachers tadi, perbedaan kentaranya adalah karakter track & pembawaan Pudar yang jujur tapi rapih.
Lirik bahasa Indonesia yang disinggung di atas patut diapresiasi dalam rilisan ini. Mereka coba menawar kondisi terpuruk dengan shutting them up, “Buatlah Kelam Terdiam” secara personal mengena sekali di benak saya, persis seperti If You Tolerate This Your Children Will Be Next

Mereka membawa pendekatan yang segar dengan memilih untuk menulis tentang pengalaman hidup yang lebih mencirikan pria dewasa menjelang 30 (atau sudah). Jadi, membahas segala hal dari perjuangan sehari-hari hingga refleksi introspektif. Hal ini membuat Pudar menonjol dalam lanskap musik yang sering kali terjebak dalam tema-tema klise.
Malam itu Sloow baik-baik saja, hangat & ramah. Track EP Pudar ada di benak saya, sebelum dan sesudah pertunjukan.




