Panggung SOS Gudang Utara lagi-lagi kedatangan band baru. Kali in teman-teman yang familiar ada di balik layar band Dongker.
Mereka datang dari label Greedy Dust Record, dengan formasi empat personel: Keivi Salman (drum), Rifqi Fauzan (gitar & vokal), Hafidh An Naufal (gitar), dan Rais C. Hamdani (bass). Mereka memperkenalkan EP ini pada 19 Juli lalu, dan untuk kali pertama tampil di panggung Sound of Spotted.
Alih-alih berbunga-bunga ketika bicara soal romansa, Slumbers memilih pesimis, eh maksudnya, melankoli. Debut EP mereka yang berjudul Everything Seems Upside Down, We’re Just Frozen in Time, mereke menyajikan rasa kehilangan yang terlalu lama dipendam hingga jadi kebas.
Secara musikal, Slumbers adalah hasil campuran garage rock dan alt rock yang dikocok dengan style Dinosaur Jr.—band yang memang jadi DNA utama mereka. “Awalnya saya dan Rais pengen bikin band yang kaya Dinosaur Jr.,” ungkap Hafidh ke tim Culture Collar. Dan memang, mendengarkan EP ini secara utuh seperti berjalan mundur ke era album FARM milik Dinosaur Jr. (2009), lengkap dengan nuansa distorted yang canggung tapi terasa.

Tapi Slumbers bukan sekadar band nostalgia. Mereka mencoba memformulasikan ulang alt rock dengan pendekatan yang jujur dan raw. Salah satu kenyataan paling menarik: mereka lebih sering nongkrong di toko benang milik Rais, bukan di studio. Bukan ngomongin konveksi, tapi soal merajut pelarian Slumbers adalah ruang pulang setelah jam kerja usai.
Produksi dilakukan dengan prinsip DIY, karena dompet belum cukup untuk efek-efek mahal. Tapi justru dari keterbatasan itu, tumbuh mentalitas yang kuat. Kolektif ini susah dipisah dan lebih memilih bersusah-susah dulu. Nama Slumbers sendiri lahir setelah formasi band terkunci, sebagai simbol tempat istirahat, sekaligus pelepasan.
Secara teknis, EP ini terasa cukup matang terutama di departemen drum yang dominan dan mencolok. Beberapa komposisi masih terdengar mentah dan bisa dipoles, tapi justru dari situ muncul kejujuran yang otentik. Tidak sempurna, tapi penuh dedikasi. Tentu saja di rilisan selanjutnya, Slumbers harus menunjukan sesuatu yang baru dibandingkan yang satu ini.
Slumbers masih di tahap awal, tapi mereka sudah cukup memberi isyarat. Alt rock belum mati mungkin cuma butuh toko benang dan teman-teman yang sabar untuk membangunkannya kembali.




