Kalé & Ruang-Ruang Bergema di SOS Episode 9

Kalé terbentuk 2015, sekelompok mahasiswa UNIKOM yang menjadikan DIIV, Real Estate, Yellow Fang dan rilisan label Captured Tracks menjadi blueprint. Dream pop versi Kalé itu bukan untuk lari, tapi membuat ruang di kepala pendengarnya.

Share:

Tak habis di Pudar, malam itu, Sloow Gudang Utara penuh reverb dan riff-riff yang melekat di kepala. Mereka yang membawakannya adalah Kalé, dalam rilisan mereka yang terakhir menunjukan kematangan baru, dan persiapan EP yang keluar di Q4 2024.

Mereka adalah salah satu contoh bagaimana skena lokal bisa meramu nostalgia dan kesedihan, kesukaan atas referensi menjadi suara yang relevan. Musik mereka dream pop, tapi bukan yang sekadar berisik halus atau spam efek. Mereka tumbuh bareng di kampus bersama cuaca, dan kecemasan-kecemasan kecil yang menjadi linimasa karya mereka.

Kalé terbentuk 2015, sekelompok mahasiswa UNIKOM yang menjadikan DIIV, Real Estate, Yellow Fang dan rilisan label Captured Tracks menjadi blueprint. Dream pop versi Kalé itu bukan untuk lari, tapi membuat ruang di kepala pendengarnya.

Jakarta kita boleh punya Bedchamber, Kalé itu semacam versi yang lebih “dihantui tapi pasrah” seperti orang yang sudah habis amarah, tapi juga belum bisa tenang. 

September 2024 kemarin, mereka merilis mini album berjudul MISTAKE. Isinya 5 lagu, dan semua track itu kayak babak dalam novel coming-of-age anak laki-laki. bernama Jéms ari fase “Excited Man”, ditonjok realita, sampai akhirnya bisa bilang: yaudah, thank you.

Mini album ini bukan karya revolusioner, tapi justru di situlah letak kekuatannya. MISTAKE adalah dokumentasi kecil dari seseorang yang ada di tengah-tengah salah-benar.