Bandung, 29 Agustus 2025 — 15.06 WIB
Aksi massa di depan Gedung DPRD Jawa Barat berubah ricuh setelah polisi menembakkan gas air mata ketika demonstran mulai menaiki pagar gedung. Hujan deras yang turun tidak meredakan ketegangan; massa tetap bertahan di jalan dengan yel-yel perlawanan, sementara aparat terus memperketat barisan.
Peristiwa ini kembali menunjukkan represivitas aparat yang dianggap berulang kali menutup ruang demokrasi. Tuntutan rakyat, mulai dari revolusi Polri, pengadilan terbuka terhadap pelaku tabrakan yang menewaskan ojol Affan Kurniawan, hingga penghentian kekerasan terhadap massa aksi, dinilai tidak kunjung digubris.
Kericuhan ini menandai eskalasi ketidakpercayaan antara masyarakat dan aparat, memperlihatkan jurang antara tuntutan keadilan rakyat dan respons negara yang masih mengandalkan kekerasan.
Hingga saat ini, massa belum mundur dan masih bertahan di Gedung DPRD Jawa Barat. Massa masih menahan barisan dan menyuarakan terus tuntutannya.
Baca juga: Pernyataan Presiden Prabowo Usai Tragedi Demo 28 Agustus




