Garut menyimpan berbagai kekayaan budaya Jawa Barat. Di Indonesia, kekayaan alam itu selalu punya dua mata pisau, yang satu adalah keberkahan masa lalu dan masa sekarang. Yang satu lagi adalah keberkahan lampau dan hal yang patut dipertanyakan saat itu. Culture Collar membarengi The Forest Ranger menilik dua mata pisau kekayaan alam Indonesia di Gunung dan Danau Vulkanik Talaga Bodas.
Menindaklanjuti hasil survei lapangan pada bulan Juni 2024, Komunitas Pelestari Alam dan Kemanuasiaan, The Forest Ranger Indonesia telah melaksanakan kegiatan Bersih Gunung & Danau Vulkanik di Taman Wisata Alam (TWA) dan Cagar Alam Gunung Talaga Bodas, Kabupaten Garut, 12-14 Juli 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 155 orang yang berasal dari 37 kelompok, baik itu UKM, komunitas, Dinas, BUMN, hingga TNI & POLRI.
Hasil survei The Forest Ranger Indonesia di lapangan pada 4-5 Juni 2024 silam menghasilkan temuan berupa lima titik penumpukan sampah di Gunung Talaga Bodas, Kabupaten Garut. Untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut, seluruh peserta dibagi menjadi tiga sektor kerja.
“Sektor pertama dari wilayah curug sampai jembatan, sektor kedua dari jembatan sampai gerbang, dan sektor ketiga dari gerbang sampai ke pos penjagaan,” ungkap Rusdi Raisa, Founder The Forest Ranger Indonesia.
Selama tiga hari, tim Bersih Gunung & Danau Vulkanik Talaga Bodas ini mendapatkan hasil yang sangat mencengangkan. Sampah yang terkumpul dalam program ini mencapai 200 karung.
“Sampah yang paling banyak itu sampah pakaian. Itu di sektor 1 mulai dari curug sampai ke jembatan. Sampah pakaian ini berat sekali untuk diangkut, dan bayangkan ada 50 karung penuh sampah pakaian di sektor 1 saja.”

Tumpukan sampah pakaian ini memiliki keterkaitan cerita lisan warga setempat (mitos). Banyak desas-desus yang akhirnya menjadi kepercayaan tersendiri di Gunung Talaga Bodas, bahwa jika sudah mandi atau berendam di situ tersebut dengan tujuan meminta sesuatu, maka baju atau pakaian harus dilepas dan dibuang di tempat.
“Salah satu masalah terbesarnya memang masalah kepercayaan masyarakat terhadap mitos itu. Makanya The Forest Ranger Indonesia ini pun akan terus berupaya mengusut tuntas sampai ke akarnya. Kita kerjasama dengan berbagai ahli, mulai dari antropologi, sosial, hingga seni rupa, untuk menyelesaikan mitos yang merugikan lingkungan ini.”
Berbagai plang anjuran untuk wisatawan akan diterapkan di beberapa titik di kawasan Talaga Bodas. Dua yang terpenting adalah “tidak meninggalkan sampah” dan “larangan untuk menyentuh danau vulkanik Talaga Bodas”.
“The Forest Ranger Indonesia tidak merekomendasikan wisatawan umum untuk menyentuh danau Talaga Bodas. Banyak sekali syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menyentuh danau tersebut. Yang paling penting adalah ada tenaga ahli yang bisa menjamin keamanan di lapangan dan mesti ada izin dari pengawas lingkungan setempat.”
laporan ini hadir di exclusive print voyage bersih gunung & danau vulkanik talaga bodas



